Monthly Archives: July 2011

PENGARUH PEREBAHAN BATANG DAN PEMBERIAN POSFOR TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL KACANG TANAH (Arachis hypogaea L.) VARIETAS KELINCI

PENGARUH PEREBAHAN BATANG DAN PEMBERIAN POSFOR TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL KACANG TANAH (Arachis hypogaea L.) VARIETAS KELINCI

 

Adasril, dibawah bimbingan Ir Supriyono, MP dan Setiono, SP

Program Studi Agroteknologi

Fakultas Pertanian Universitas Muara Bungo

ABSTRAK

 

Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh perlakluan perebahan batang dan pemberian posfor terhadap pertumbuhan dan hasil kacang tanah (Arachis hypogaea L.) varietas kelinci. Penelitian dilaksanakan dari tanggal 20 Mei sampai 22 September 2011 di Kebun Praktikum SMKN 1 Koto Baru Kabupaten Dharmasraya Propinsi Sumatra Barat. Lokasi yang terletak pada ketinggian 97,0-313,0 m dpl, jenis tanah PMK dengan pH 5,0-5,7. Bulan Basah antara September sampai dengan Februari, dan bulan kering antara Maret sampai dengan Agustus.

PENGARUH KONSENTRASI PUPUK PELENGKAP CAIR 2006 TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN SELADA DAUN VARIETAS GRAND DAUN (Lactuca sativa)

PENGARUH KONSENTRASI PUPUK PELENGKAP CAIR 2006

TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN SELADA DAUN

VARIETAS GRAND DAUN (Lactuca sativa)

Devita Diniaty, dibawah bimbingan Hj. Eliza, Sp, M.Si dan Setiono, Sp

Universitas Muara Bungo

2010

ABSTRAK

Penelitian percobaan ini dilaksanakan di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Muara Bungo Sungai Binjai KM 6 Kabupaten Bungo dimulai pada 2 Agustus sampai 27 Oktober 2009. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh Pemberian Pupuk Pelengkap Cair 2006 terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman selada (Lactuca sativa) serta mendapatkan konsentrasi pupuk Plant Catalys 2006  yang memberikan tanaman selada terbaik.

Rancangan yang diginakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan 5 ulangan, adapun perlakuan tersebut adalah sebagai berikut: P0 (tanpa pemberian pupuk), P1 (dengan pemberian pupuk 1,5) g/l), P2 (dengan pemberian pupuk 2,5), P3 (dengan pemberian pupuk 3,5), P4 (dengan pemberian pupuk 4,5). Apabila terdapat pengaruh yang nyata maka dilanjutkan dengan uji Duncan’s Multiple Range Test (DNMRT) pada taraf 5%.

Parameter yang diamati adalah tinggi tanaman (cm), jumlah daun (helai), luas daun total (cm2), bobot segar tanaman (g) dan berat kering tanaman.

Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk plant catalyt 2006 tidak berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman (cm), jumlah daun (helai), luas daun total (cm2), bobot segar tanaman (g) dan berat kering tanaman dan hasil tanaman.

 

Kaia kunci : Flant Catalys, Selada.

ANALISIS EFISIENSI AGROINDUSTRI KERIPIK TEMPE DI KECAMATAN RIMBO ILIR KABUPATEN TEBO

ANALISIS EFISIENSI AGROINDUSTRI KERIPIK TEMPE

DI KECAMATAN RIMBO ILIR KABUPATEN TEBO

Listiawati dibawah bimbingan Ir. H- Syaiful Azhar, ME,  Mainif sepfera SP

Pogram stduAgribisnis Universitas Muera Bungo

Tahun 2010

ABSTRAK

Agroindustri keripik tempe dikecamatan Rimbo Ilir Kabupaten Tebo setiap tahun nya mengalami peningkatan mulai dari unit usaha, tenaga kerja nilai produksi, nilai investasi dan nilai bahan baku.  Namun ditahun terakhir ini penelitian ini ingin mengetahui penggunaan faktor produksi (bahan baku, tenaga kerja, dan modal operasional) didaerah penelitian tingkat efisiensi ekonomi dan  mengetaui berapa besar per&tan yang diperoleh pengrajin keripik tempe dikecamalan Rimbo llir.

Penelitian ini dilaksanakan dikecamatan Rimbo Ilir di desa Giriwinangun dan Slurnber Agung. Dasar penetapan wilayah secara sengaja (purposive) dengan pertimbangan bahwa desa tersebut merupakan sentra produksi keripik tempe di Kabupaten Tebo. Pengusaha keripik tempe yang ada dikecamaran Rimbo llir sebanyak 9 unit usaha. Pengambilan sampel dilakukan secara sensus dengan pertimbangan bahwa jurnlah usaha relatif sedikit. Adapun responden dalam penelitian ini adalah pengrajin yang mengusahakan keripik tempe. Adapun hasil penelitian ini dianalisis dengan mengunakan fungsi prduksi Cobb-‘Douglass.

Hasil analisis fungsi produksi diperoleh nilai koefisian determinan (R2) 0,989. Analisis sidik ragam menunjukan bahwa bahan baku, curahan Harga kerja modal operasional secara bersama mempengaruhi produksi keripik tempe, begitu juga dengan Uji-t ketiga faktor produksi nyata terhadap produksi keripik tempe. Selanjutnya dari analisis efisiensi ekonomi, penggrnffan fakor produksi bahan baku, curahan tenaga kerja dan modal operasional.

 

 

Kata krmci : Analisis Efisisnsi Agroindussi Keripik Tempe.

PENGARUH PEMBERIAN KONSENTRASI PUPUK POC NASA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN TOMAT (Lycope icum esculentum Mill)

PENGARUH PEMBERIAN KONSENTRASI PUPUK POC NASA TERHADAP PERTUMBUHAN

DAN HASIL TANAMAN TOMAT (Lycope icum esculentum Mill)

Azahari, dibawah bimbingan Hj. Eliza, SP, M.Si. dan Subagiono, SP

Frogram Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian

Universitas Muara Bungo

ABSTRAK

Penelitian percobaan ini telah dilaksanakan di Kebun Percobaan Fakuitas Pertanian Universitas Muara Bungo Sungai Binjai KM 6 Kabupaten Bungo dimulai pada Tgl 05 Oktober 2009 sampai 05 Desember 2009. Tujuan dari penelitian int adalah untuk mengetahui pengaruh Pemkrian beberapa konsentrasi Pupuk POC Nasa terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman tomat.

Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 5 perlakuan 4 ulangan, ada pun perlakuan tersebut adalah sebagai berikut : A0 (tanpa pupuk nasa), A1 (5 ml / 1 liter air POC Nasa), .A2 (10 ml I 1 liter air POC Nasa), A3 (15 ml / 1 liter air POC Nasa), A4 (20 ml / 1 liter air POC Nasa). Apabila terdapat pengaruh nyata maka dilanjutkan dengan uji Duncan’s Multiple Range Test {DNMRT) padataraf 5 %.

Parameter yang diamati adalah tittggt tana$an (cm), luas daun (cm2), jumlah bunga per tanaman (buah), parsentase bunga menjadi buah (%), jumlah buah per tanaman (buah), dan bobot buah per tanaman (g).

Dari hasil penelifian menunjukkan bahwa Pemberian Pupuk POC Nasa memberikan pengaruh nyata terhadap tinggi tanaman (cm), luas daun (cm2), jumlah bunga (buah) dan bobot buah (g).tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap persentase bunga menjadi buah, dan rataan jumlah buah pertanaman. perlakuan A2(20 ml/ l liter air) memberikan hasil terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman tomat.

 

 

Kata kunci : POC Nasa, Tomat

PENGARUH BOKASHI JERAMI PADI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN PARE (Momordica charantio) VARIETAS RADEN

PENGARUH BOKASHI JERAMI PADI TERHADAP

PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN PARE (Momordica charantio) VARIETAS RADEN

Herpiandi, dibawah bimbingan Ir. Supriyono, MP dan Setiono, SP

Program Studi Agroteknologi

Fakultas Pertanian Universitas Muara Bungo

ABSTRAK

Penelitian ini dilaksanakan di Desa Cermin Alam Kecamatan VII Koto Ilir, Kabupaten Tebo yang terletak di ketinggian 140 meter diatas permukaan laut, dengan curah hujan 1000 mm sid 3000 mm pertahun dan jenis tanah ultisol mulai tanggal 01 Nopember 2009 sampai dengan 01 Pebruari 2010 dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh Bokashi jerami padi terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman pare (Mornordica charantia) varietas raden dan mendapatkan takaran bokashi jerami padi yang tepat yang dapat meningkatkan perfumbuhan dzur hasil tanaman pare.

Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 5 taraf perlakuan dan 4 ulangan, adapun perlakuan tersebut adalah sebagai berikut : Ps (0 gram bokashi/lobatrg tanam), Pr (500 gram bokashi/lobang tanam), P2 (1000 gram bokashi/lobang tanam), P3 (1500 gram bokashi/lobang tanam) dan Pa (2000 $am bokashi/lobang tanam). Data hasil pengamatan dianalisis dengan sidik ragam dan dilanjutkan dengan uji lanjut DNMK-T padataraf 5o/o.

Parameter yang diarnati meliputi panjang tanaman (.*t), jumlah bunga, jumlah buatr pertanaman (buah), pertanaman (gram). (cm), luas daun dan bobot buah.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian Bokashi jerami padi terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman pare (Momordica clmrantla) varietas raden tidak berpengaruh terhadap panjang tanaman, akan tetapi berpengaruh sangat nyata terhadap luas daun, jumlah bunga, jumlah buah pertanaman, dan bobot buah pertanaman.

 

 

Kata Kunci : Bokashi Jerami, Tanaman Pare

PENGARUH PEMBERIAN URIN SAPI TERHADAP PERTUMBUHAN RIBIT KAKAO (Theobroma cacaoL) VARTETAS UPPeR AMAZON HIBRID (UAH)

PENGARUH PEMBERIAN URIN SAPI TERHADAP PERTUMBUHAN RIBIT KAKAO

(Theobroma cacaoL) VARTETAS UPPeR AMAZON HIBRID (UAH)

Herlinawati Dibawah bimbingan lr. Supriyono, MP. Dan Mainif Sepfera, SP.

Program Studi Agroteknologi Universitns Muara Bungo

2010

ABSTRAK

Penelitian ini dilaksanakan di lahan Praktek SMK N I Koto Baru, Kecamatan Koto Baru, Kabupaten Dharmasraya Provinsi Sumatera Barat. Topografinya relatif datar dengan kesuburan tanah sedang serta ketinggian tempat dari permukaan laut 100-300 m dpl dengan curah hujan rata-rata 192 mm/bulan. Jenis tanahnya podzolik merah kuning dan pH 5-5,7.

Penelitian ini dilaksanakan selama 3 bulan, mulai bulan Juni sampai bulan September 2010. Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan Rancangan acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 4 kali ulangan, yang terdiri atas : Uo = Tanpa urin sapi, U1 = I ccurinsapi /polibag, Uz= 2ccurinsapi/polibag, Ur=3 ccurin sapi / polibag dan U4 = 4 cc urin sapi / polibag, data dianalisis secara statitik dengan analisis ragam, jika berpengaruh nyata dilanjutkan dengan uji Duncan’s new multi range tes ( DNMRT ) pada taraf 5 %.

Parameter yang diamati yaitu pertumbuhan bibit kakao yang terdiri atas tinggi tanaman, diameter batang, jumlah daun serta luas daun. Berdasarkan hasil percobaan yang dilakukan bahwa pemberian urin sapi tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan bibit kakao, baik pada tinggi tanaman, diameter batang, jumlah daun serta luas daun.

 

 

Kata kunci : Urin sapi – pertumbuhan – bibit kakao

KINERJA PENYULUH PERTANIAN LAPANGAN DALAM MEMBINA PETANI DI KECAMAAN PELEPAT ILIR

KINERJA PENYULUH PERTANIAN LAPANGAN DALAM MEMBINA PETANI

DI KECAMAAN PELEPAT ILIR

Ahmad Mahredi dibawah Bimbingan lr. H. Syaifirl Azhar, ME. Ir. Supriyono, MI’

Jurusan Agribisnis

Universitas Muara Bungo

Muara Bungo,2011

ABSTRAK

Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Pelepat tempat ini dilakukan secara purposive (sengaja) dengan pertimbangan bahwa  Kecamatan Pelepat Ilir tersebut penduduknya mempunyai sumber rnata pencaharian berusaha tani padi sarvah, petani yang dijadikan sample berjumlah I7,  dan semua diambil untuk dijadikan responden dengan mengisi daftar pertanyaan (Quesioner).

Tingkat keberhasilan pembangunan pertanian sangat tergantung dengan kreatifitas masyarakat tani karena peranan sumber daya manusia sebagai subjek pembangunan. Untuk.itu kemampuan petani dalarn memberdayakan tanaman pangan perlu ditingkatkan melalui penyuluhan-penyuluhan pertanian yang  sudah merupakan program pemerintah. oleh karena itu pembangunan pertanian tanaman pangan harus ditingkatkan untuk memelihara kemantapan swaembada pangan, yaitu dengan meningkatkan pendapatan,. rnemperbaiki gizi, dan rneningkatkan hasil pertanian. Pengembangan sumber daya manusia (SDM) sebagaimana ppl mempunyai dua aspek penting, yaitu aspek fisik dan aspek non fisik. Aspek fisik menyangkut aspek yang berkaitan dengan jasmani, kesehatan, pangan dan perumahan. Aspek non fisik berkaitan dengan aspek mental, spiritual, intelektual dan profesionalisme termasuk didalamnya aspek keterampilan. Pengetahuan, keterampilan dan sikap terhadap teknologi baru dibutuhkan seorang PPL dalam penyuluhan, keterampilan, maupun sikap tentang teknologi baru dari pengalaman mereka sehari-hari. Tetapi prosesnya memerlukan waktu yang lama, sedangkan peningkatan produksi dan produktifitas, merupakan kebutuhan konsumsi pada umumnya. Oleh karena itu dibutuhkan kehadiran PPL khususnya untuk petani padi sawah. Berdasarkan hal tersebut maka penelitian ini mempunyai dua tujuan yaitu untuk mengetahui untuk mengetahui kinerja Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) dalam membina petani di Kecamatan pelepat Ilir Kabupaten Bungo. Serta untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang dapat rneningkatkan hasil pertanian padi sawah di Kabupaten Bungo.

Untuk mengetahui tingkat kinerja Penyuluh Pertanian Lapangan dalam membina petani yang diukur dengan menggunakan skala liker dibagi menjadi 5 tingkatan. Penentuan lima tingkat kinerja, mengacu pada evaluasi.

 

Kata Kunci : Kinerja PPL Membina Petani

PENGARUH PEMBERIAN ABU JANJANG KELAPA SAWIT TERHADAP PERTUMBUHAN DAN IIASIL KEDELAI ( Glycine max ( L ) Merril )

PENGARUH PEMBERIAN ABU JANJANG KELAPA SAWIT

TERHADAP PERTUMBUHAN DAN IIASIL KEDELAI ( Glycine max ( L ) Merril )

Hartati Dibawah Bimbingan

Bapak Ir Supriyono , MP dan Bapak Subagiono S.P

Program Studi Agoteknologi Fakultas Pertanian

Universitas Muara Bungo, 2009

ABSTRAK

Penelitian ini dilaksanakan dikebun Balai Benih Umum Margoyoso Desa Sidorukun Kecamatan Margo Tabir Kabupaten Merangin, dimulai pada 24 Februari 2009 sampai 29 mei 2009. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh abu janjang kelapa sawit terhadap pertumbuhan dan hasil kedelai.

Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok ( RAK ) dengan 5 perlakuan dan 4 kelompok ulangan, perlakuan abu janjang kelapa sawit terdiri dari : A0 ( 0 kg/ha setara 0 g/petak ), Al ( 250 kg / ha setara 90 g / petak ) , A.3 (750kg/ha setara 270 glpetak ), A4 ( 1000 kg/ha setara 360 g/petak ). Apabila terdapat pengaruh nyata, maka dilanjutkan dengan uji Durrcan’s Multiple Range Iesl ( DNMRT ) pada taraf 5%.

Parameter yang diamati adalah tinggi tanaman, jumlah cabang primer, jumlah polong berisi pertanaman, bobot 100 biji dan hasil ( g/petak ).

Dari hasil penelitian menunjukkan pemberian Abu janjang kelapa sawit berpengaruh sangat nyata terhadap jumlah polong berisi per tanaman dan hasil tanaman per petak, akan tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah cabang primer dan bobot kering 100 biji. Pemberian abu janjang kelapa sawit 750 kg/ha setara 270 g/petak menunjukkan hasil yang terbaik terhadap jumlah polong berisi per tanaman dan hasil tanaman.

 

Kata kunci : Abu Janjang, Kedelai

PENGARUH PEMBERIAN ABU JANJANG KELAPA SAWIT TERHADAP HASIL MENTIMUN VARIETAS HERCULES 56 (Cucumis satilrar, L.)

PENGARUH PEMBERIAN ABU JANJANG KELAPA SAWIT

TERHADAP HASIL MENTIMUN VARIETAS HERCULES 56 (Cucumis satilrar, L.)

Rosda Dibawah Bimbingan Ibu Hj. Eliza. SP, N’lSi dan Bapak Subagiono, S.P

Program Studi Agroteknologi Fakultas PertanianUniversitas Muara Bungo

2010

ABSTRAK

Penelitian ini di laksanakan Dikebun percobaan Universitas Muara Bungo Desa Sungai Binjai Kecamatan Bathin III Kabupaten Bungo, dimulai pada l0 April 2008 sampai l0 Juni 2008. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Pengaruh Abu Janjang Kelapa Sawit Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Mentimun.

Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelomook ( RAK ) dengan 5 perlakuan dan 4 kelompok . Adapun perlaliuan abu janjang kelapa sawit terdiri dari A0 ( tanpa pemberian abu janjang ), A1 ( 150 Kg / ha setara 54 gr lpetak ). 42 ( 300 Kg / ha setara 108 gr / petak ), A3 ( 450 Kg / ha setara 162 gr / petak ), A.4 ( 600 Kg / ha setara 216 gr / petak ). Apabila terdapat pengaruh nyata maka di lanjutkan dengan uji Duncan’s Multiple Range Tes ( DMRT ) pada taraf 5%.

Parameter yang di amati adalah panjang buah. diameter buah, jumlah buah per tanaman, berat buah segar per tanaman dan hasil per hektar.

Dari hasil penelitian menunjukkan pemberian abu janjang kelapa sawit berpengaruh sangat nyata terhadap rata-rata buah segar per tanaman akan tetapi tidak berpengaruh n1’ata terhadap rata-rata panjang buah per tanaman, rata-rata diameter buah per tanaman dan rata-rata jumlah buah per tanaman. Pemberian abu janjang kelapa sawit 450 Kg /ha setara 167 gr / petak menunjukkan hasil yang teftaik terhadap hasil tanaman mentimun.

 

Kata kunci : Abu Janjang. Mentimun.

FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRODUKSI PADI SAWAII DI KECAMATAN RANTAU PANDAN KABUPATEN BUNGO

FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRODUKSI PADI SAWAII

DI KECAMATAN RANTAU PANDAN KABUPATEN BUNGO

Poniran, dibawah bimbingan Ir. Supriyono, MP dan Subagiono, SP

Program Studi Agribisnis Universitas Muara Bungo

ABSTRAK

Kegiatan usahatani padi sawah di Kecamatan Rantau Pandan Kabupaten Bungo ini dilaksanakan bernrjuan untuk menghasilkan produksi padi sawah yangtinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi produksi padi sawah di Kecamatan Rantau Pandan. Karena Kecamatan Rantau Pandan merupakan salah satu sentra produksi padi sawah di Kabupaten Bungo yang telah dilaksanakan program intensifikasi berupa penerapan teknologi panca usaha tani dengan baik. Selanjutnya datayang digunakan dalam penelitian ini berupa data primer dan data skunder. Data primer diperoleh dari hasil wawancara langsung dengan petani sampel yang terdiri dari pencurahan tenaga kerja keluarga, penggunaan sarana produksi bibit, penggunaan sarana produksi pupuk, penggunaan sarana produksi obat-obatan dan luas lahan garapan serta produksi padi sawah, kemudian data pendukung dalam penelitian ini adalah umur petani, Pendidikan formal petani terakhir, jumlah anggota keluarga dan status penguasaan lahan.

Penarikan jumlah petani sampel dilakukan secara acak sederhana sebanyak 74 orang. Data yan diperoleh dari petani sampel diolah dan dianalisis dengan menggunakan analisis fungsi Cobb-Douglas. Untuk mengetahui besamya pengaruh pencurahan tenaga kerja keluarga, penggunaan sarana produksi bibit, penggunaan sarana produksi pupuk, penggunaan sarana produksi obat-obatan dan luas lahan garapan secara bersama-sama terhadap produksi padi sawah digunakan uji F. Selanjutnya untuk mengetahui besarnya pengaruh variable bebas secara individu terhadap produksi padi sawah digunakan uji t.

Dari hasil pengamatan dan analisis diperoleh kesimpulan bahwa pencurahan tenaga kerja keluarga, penggunaan sarana produksi bibit, penggunaan sarana produksi pupuk, penggunaan sarana produksi obat-obatan dan luas lahan garapan berpengaruh sngat nyata dan positif, baik secara bersama-sama maupun individu terhadap produksi padi sawah di Kecamatan Rantau Pandan Kabupaten Bungo

 

Kata Kunci : Faktor proddksi, padi sawah